78 Siswa SMAK Taruna Vidya Ende Belajar di Bawah Terpal, Gedung Sekolah Retak Pascagempa
JURNAL POLISI.NET, ENDE - Sebanyak 78 siswa kelas XII SMAK Taruna Vidya Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) meski gedung sekolah mengalami keretakan setelah gempa bumi yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
Untuk sementara, proses pembelajaran dilakukan di halaman sekolah dengan memanfaatkan terpal sebagai tempat berteduh. Langkah tersebut diambil sebagai upaya agar kegiatan belajar siswa tetap berjalan sekaligus menghindari penggunaan ruangan yang kondisi bangunannya masih menjadi perhatian.
Pantauan awak media, pada Senin (31/8/2026) pagi menunjukkan para siswa mengikuti pembelajaran bersama guru di bawah terpal darurat yang dipasang di halaman sekolah.
Kondisi bangunan sekolah yang mengalami retak-retak membuat kegiatan belajar mengajar di dalam gedung perlu dipertimbangkan dari sisi keselamatan. Selain dampak gempa, usia bangunan sekolah yang sudah cukup lama juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.
Tetap belajar untuk persiapan TKA
Meski harus belajar di tempat sementara, para siswa kelas XII tetap mengikuti pembelajaran. Mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang semakin dekat.
Salah seorang guru SMAK Taruna Vidya Ende, David Setu Sari, mengatakan sekolah berupaya memastikan proses pendidikan tetap berlangsung meski fasilitas yang tersedia terbatas.
“Anak-anak tetap harus belajar, terutama kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi TKA. Untuk sementara kegiatan pembelajaran kami laksanakan di halaman sekolah dengan menggunakan terpal,” ujar David.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pilihan sementara agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran setelah kondisi gedung sekolah terdampak gempa.
Keselamatan siswa menjadi perhatian
Pembelajaran di bawah terpal menjadi gambaran kondisi pendidikan di tengah proses pemulihan pascabencana. Di satu sisi, siswa membutuhkan ruang belajar agar kegiatan akademik tidak terhenti. Di sisi lain, keamanan bangunan sekolah harus menjadi pertimbangan utama.
Gedung yang mengalami retak-retak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan rumah warga dan infrastruktur umum. Fasilitas pendidikan turut membutuhkan perhatian agar siswa dan guru dapat kembali belajar dan bekerja dalam lingkungan yang aman dan layak.
Bagi 78 siswa kelas XII SMAK Taruna Vidya Ende, keterbatasan tempat belajar untuk sementara tidak menyurutkan semangat mengikuti pelajaran. Di bawah terpal darurat, mereka tetap membuka buku, mengikuti penjelasan guru, dan mempersiapkan diri menghadapi TKA.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjuangan dunia pendidikan di Flores untuk tetap berjalan di tengah proses pemulihan pascagempa.
(Eben)


.png)
.jpg)